NUZULUL ZULKARNAIN HAQ

Nuzulul Zulkarnain Haq

Statistik

My Project

    Download My Project

    Hook FolderLocker 1.0 adalah software security yang berguna untuk mengunci folder penting, folder rahasia, dsb. Pengguna dapat menambahkan password ke dalam folder agar tidak dapat dibuka oleh sembarang orang.Dengan software ini data data anda akan terlindungi dengan aman. Gunakanlah dengan bijak sesuai kebutuhan anda.

    Download : Hook FolderLocker


    Hook Anticopy 2.0 . Pernahkah data di komputer saudara di copy oleh orang lain tanpa seizin dari saudara? pastinya sebel banget dengan orang itu, apalagi kalau data yang dicuri adalah data penting yang gak ingin jatuh ketangan orang lain. nah sekarang saudara ndak perlu kuatir. dengan software ini data saudara ndak akan bisa lagi di copy ke flashdisk, hardisk external, cd dvd , disket , memory, dll.

    Download : Hook AntiCopy


    Onfreeze SMS Gateway 1.3 . Freeware. Size = 455 KB. Program yang berguna untuk mengirim sms masal dengan mudah seperti untuk pengumuman, promosi , dsb lewat komputer. Program ini bersifat freeware. Alat yang dibutuhkan hp GSM atau modem GSM yang terkoneksi ke komputer bisa lewat kabel atau bluetooth.

    Download : OnefreezeSMSgateway


    Portable Webcam 1.0 . Software alternatif untuk memakai webcam, tersedia gratis untuk di pakai simple dan mudah digunakan (286 KB) . Bisa di pakai untuk winXP, Vista, Seven.

    Download : Portable Webcam


Askep Osteoporosis Part2

diposting oleh nuzulul-fkp09 pada 08 June 2017
di Kep Muskuloskeletal - 0 komentar

Askep Osteoporosis Part1


2.1.       Senam Osteoporosis

Pada osteoporosis,latihan jasmani dilakukan untuk meencegah dan mengobati penyakit osteoporosis. Latihan jasmani menggunakan beban berguna untuk melenturkan dan menguatkan tulang. (Widianti, 2010)

Banyak orang tidak menyadari kalau osteoporosis atau penyakit keropos tulang merupakanpembunuh tersembunyi ( silent killer ). Penyakit ini hampir tidak menimbulkan gejala yang jelas. Seringkali osteoporosis diketahui justru ketika sudah parah. Contoh kasus seseorang terpeleset ringan ternyata mengalami patah tulang di bagina tulang pangkal paha atau di pergelangan tangan. Banyak ahli mengatakan untuk menghindari osteoporosis tidak bisa dilakukan sekali saja,tetapi harus melalui proses yang dimulai dari pencegahan semenjak dini karena patah tulang yang dialami seseorang seperti kurang mengonsumsi kalsium, jarang berolahraga , tidak mengkonsumsi gizi seimbang , dan mingisi kegiatanya dengan gaya hidup tidak sehat, seperti merokok ,minum minuman beralkohol, dan lain sebaginya. Pola makan yang hidup seperti itu bisa mendorong terjadinya osteoporosis. (Widianti, 2010)

Dalam mencegah osteoprosis selain dengan faktor gizi, harus dibarengi dengan latiham fisik untuk itu ada senam osteoporosis yang bermanfaat untuk mencegah dan mengobati terjadinya pengeroposan tulang. Daerah yang rawan osteoporosis adalah area tulang punggung, pangkal paha, dan pergelangan tangan. (Widianti, 2010)

Olahraga osteoporosis

Sebenarnya ada beberapa jenis lahraga, yang semuany berguna untuk mempertahankan kebugaran, memperbaiki kesehatan serta mencegah osteoporosis, yaitu olahraga aerobic, olahraga feksibilitas, olahraga atau latihan keseimbangan, latihan tahanan serta olahraga beban. (Tandra, 2009)

Prinsip pelatihan fisik untuk kesehatan tulang adalah latihan pembebanan, gerakan dinamis dan ritmis, serta latihan daya tahan ( endurance ) dalam bentuk aerobik low impact. Semua jeis latihan ini telah dikemas dalam bentuk senam pencegahan osteoporosis dan senam terapi osteoporosis. Bentuk kedua jenis senam ini berbeda, karena dipruntukkan bagi kelompok yang berbeda pula, dengan sangat memperhatikan faktor manfaat dan keamanan bagi para pesertanya. Selain bermanfaat bagi kesehatan tulang, peserta juga akan lebih merasa lebih segar dan bugar. Senam ini dikhususkan bagi para peserta usia dewasa dan lanjut usia baik pria maupun wanita. (Widianti, 2010)

Senam pencegahan dan terapi osteoporosis.

Selain menjaga kebugaran , senam ini juga berguna untuk melindungi tubuh terutama tulang- tulangnya agar menjadi lebih kuat. Dengan begitu, pertahanan tulangnyamaupun otot-ototnya menjadi lebih baik lagi. Tetapi ada baiknya para manula mencegah terjadinya osteoporosis sejak dini dengan mengetahui masalah osteoporosis secara tuntas, konsumsi susu dan kacag-kacangan dan beraktifitas serta latihan fisik secara rutin. (Widianti, 2010)

Senam osteoporosis terdiri dari :

1. Pemanasan + peregangan.

2. Latihan inti : aerobik, latihan beban, latihan keseimbangan

3. Pendinginan + peregangan. (Widianti, 2010)

Gerakan senam bagi penderita osteoporosis lebih banyak mengandalkan posisi duduk di kursi, menggunakan tongkat atau beban ( dumble) serta mantras. Posisi duduk yang digunakan dalam senam osteoporosis ini oleh karena pada penderita osteoporosis, ada tiga lokasi yang renta parah dan mudah rapuh yaitu tulang belakang, pergelangan tanga, dan tulang paha atas ( daerah panggul.). Sebelum melakukan senam penderita harus melakukan pemerikasaan tensi darah dan nadi terlebih dahulu. Bila ada pendertita yang memiliki tekanan darah tinggi atau memiliki keluhan sakit di bagian tertentu disarankan untuk tidak mangikuti beberapa gerakan dan juga tak menggunakan alat. (Widianti, 2010)

Gerakan-gerakan yang ada pada senam pencegahan osteoporosis ini berupa double low impact, dan senam ini hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Pada gerakan inti, terbagi menjadi lima gerakan yaitu sedikit aerobik yang terdiri dari lima gerakan yaitu sedikit aerobik yang terdiri dari lima gerakan dengan hitungan satu gerakan 4 x 8, dan terakhir matras yang terdiri tujuh gerakan yang setiap gerakannya dengan hitungan 4 x 8. (Widianti, 2010)

Olahraga Aerobik

Senam aerobic memperbaiki funsi jantung dan peredaran darah, dan baik untuk penderita hipertensi atau diabetes. Contoh olahraga aerobic adalah jalan kaki, jogging, sepeda statis, berenang atau senam.

Pada jalan aerobic, tulang tungkai dan panggul bergerak teratur sedeangkan kedua kaki menginjak atau menyentuh tanah secara bergantian. Apabila jalan aerobic dilakukan dengan perlahan-lahan atau intensitas ringan, hanya sedikit pengaruhnya bagi kepadatan tulang. Bila diteliti memang ditemukan bahwa jalan kaki bisa diperbaiki masa tulang panggul dan tulang belakang dengan intensitas yang lebih keras, artinya harus jalan cepat, dengan kecepatan sampai 8-10 km per jam. Jalan perlahan-lahan atau hanya 4-6 km per jam tidak banyak gunanya untuk kepadatan tulang.

Aerobic lain yang dianjurkan untuk tulang adalah dansa, jogging, atau naik turun tangga. Sedangkan olahraga ski, cross country, atau hiking tidak ada manfaatnya bagi tulang. (Tandra, 2009)

Program Aerobik Bertumpu pada Kaki

Meliputi berjalan kaki atau berlari pelan, berdansa, olahraga raket, dan aerobik. Bisa menggunakan alat-alat olahraga seperti Itreadmill, elipiticak walker, alat stepper  atau stair-climbing,  alat yang meniru ski lintas alam.

Apabila menggunkan alat-alat olahraga

  1. Mulailah dengan sangat pelan
  2. Menggunakan lebih dari satu alat tetapi biasanya total durasinya tidak boleh lebih dari 45-60 menit
  3. Apabila sebelumnya tidak aktif mulailah dengan latihan selama 5-10 menit dengan kecepatan yang sangat pelan
  4. Secara perlahan tingkatkan durasi latihan sampai total sekitar 30 menit tambahkan sekitar 1-2 menit setiap 1 atau 2 minggu
  5. Setelah durasi 30 menit tercapai tingkatkan kecepatan dengan sangat pelan, dengan melakukan perubahan kecil setidaknya setiap 1-2 minggu.(Cosman, 2003)

Olahraga Flesibilitas

Yaitu gerakan peregangan otot yang bertujuan untuk keseimbangan dan menghindari jatuh, yang membuat sendi-sendi menjadi lebih kuat dan lebih lentur. Contohnya adalah yoga, dengan berbagai variasinya, merupakan olahraga yang menyangga berat badan dan gerakan ototnya bisa merangsang proses pembentukan tulang kembali. (Tandra, 2009)

Konsentrasi pada sebagian otot besar panggul, bahu, dan lengan atas, pantat, panggul, dan kaki bagian atas. Jika menggunakan peralatan senam atau alat-alat olahraga :

  1. Umumnya lebih baik tidak menggunakan lebih dari dua alat atau perlengkapan didaerah otot yang sama
  2. Mulailah dengan 1 set alat yang diulang 3-12 kali, tergantung pada kekuatan dasar anda
  3. Mulailah dengan tidak menambahkan beban
  4. Tingkatkan jumlah pengulangan maksimum sampai 15 kali
  5. Tambahkan beban sebesar mungkin (perlu mengurangkan jumlah pengurangan beban atau mulai ditambahkan)
  6. Jangan menambahkan beban lebih dari satu kali setiap 2 minggu
  7. Tambahkan 2 set pengulangan jika semua latihan diatas sudah dilakukan (Cosman, 2009)

Untuk punggung :

1.  Gravitron atau alat lain yang bisa diangkat dan bisa diturunkan

2.  Alat untuk memperpanjang punggung

3.  Sepeda duduk

4. Latissimus pull-downs (alat untuk melatih otot punggung bagian bawah) (Cosman, 2009)

Untuk lengan atas :

  1. Gravitron yang bisa diangkat atau diturunkan
  2. Latissimus pull-downs
  3. Bench press/arm press (alat angkat beban dengan berbaring diatas bangku dan mengangkat beban dengan kedua tangan) (Cosman, 2009)

Untuk pantat :

  1. Elliptical walker mundur (1 menit)
  2. Stair-climbing maju atau mundur
  3. Pergelangan kaki dikaitkan pada universal gym dengan gerakan menekuk pinggul atau meluruskan pinggul
  4. Leg abductor and abductor machine (alat untuk melatih otot kaki) (Cosman, 2009)

Untuk kaki bagian atas :

  1. Alat quadricep (meluruskan lutut)
  2. Alat harmstring (menekuk lutut)
  3. Leg press
  4. Thigh abductor dan adductor machine (alat untuk melatih otot paha) (Cosman, 2009)

Latihan keseimbangan (Balance Training)

Dengan bertambahnya usia, keseimbangan tubuh cenderung akan makain terganggu. Contoh olahraga jenis ini adalah taichi, yang akan melatih anda menjaga keseimbangan. Olahraga ini terbukti baik dan mengurangi kemungkinan terjatuh pada orang tua sampai 47 persen, selain juga menambah kekuatan, kelenturan, serta memperbaiki ketahanan tubuh menghadapi radang sendi yang kronis seperti osteoarthritis. Olahraga ini baik sebagai gerakan menyangga berat badan, dan bisa untuk mengurangi bengkak dan nyeri sendi. (Tandra, 2009)

 

Gambar 8: Latihan Keseimbangan

Latihan Tahanan (Resistance Training)

Latihan ini memakai beban, missal mengangkat beban, yang bermanfaat untuk membangun seluruh tulang kerangka, terutama di daerah yang rentan terhadap fraktur. Selain itu juga untuk merangsang kekuatan otot dan memperbaiki stamina dan keseimbangan.

Yang dinamakan latihan tahanan adalah semua gerakan yang melawan sesuatu atau melawan tahanan, seperti mendorong, mernarik, atau mengakat. Gerakan seperti ini memacu pertumbuhan tulang, karena otot yang menempel pada tulang terus digerakan, sehingga otot semakin kuat dan sel tulang menjadi lebih aktif.

Mengangkat barbel (barbell) atau dumbel (dumbbell) termasuk olahraga tahanan ini. Gerakan mengangkat kursi, mengangkat cucu bagi orang tua, atau naik turun tangga juga termasuk aktivitas fisik yang menyangga beban dan menguatkan otot. Latihan tahanan bermanfaat untuk menambah massa tulang dan otot, bahkan mencegah terjadinya fraktur tulang. (Tandra, 2009)

 

 

 

Gambar 9: Latihan Tahanan untuk Anggota Gerak Atas

 

 

Gambar 10: Gerakan naik turun tangga

Petunjuk Umum Untuk Latihan 

  1. Konsultasi dahulu kepada dokter atau petugas kesehatan
  2. Lakukan pemanasan untuk mencegah cedera otot atau sendi
  3. Mulai dari olahraga yang ringan, kemudian intensitasnya berangsur ditingkatkan
  4. Mulai dari otot besar seprti otot paha, dilanjutkan dengan otot kecil seperti otot kaki
  5. Beban atau tahanan untuk kanan dan kiri harus sama
  6. Jangan berlatih berlebihan
  7. Atur napas dengan baik, otot yang dilatih memerlukan oksigen yang cukup
  8. Lakukan peregangan otot pada akhir latihan untuk menghindari kekakuan atau cedera

(Tandra, 2009)

 

BAB 3

ASUHAN KEPERAWATAN

 

3.1    Uraian Kasus

Ny. M umur 59 tahun datang ke RSU Sutomo dengan keluhan ngilu pada persendian daerah kaki yang sering dirasakan sejak 3 bulan yang lalu, rasa ngilu itu sudah dirasakan sejak beberapa tahun yang lalu, namun Ny. M tidak memperdulikannya. Ketika memeriksakan diri ke dokter Ny. M dianjurkan untuk tes darah dan rongent kaki. Hasil rongent  menunjukkan bahwa Ny. M menderita osteoporosis diperkuat lagi dengan hasil BMD (Bone Mineral Density) T-score -3. Klien mengalami menopause sejak 7 tahun yang lalu. Menurut klien dirinya tidak suka minum susu sejak usia muda dan tidak menyukai makanan laut. Klien beranggapan bahwa keluhan yang dirasakannya karena usianya yang bertambah tua. Riwayat kesehatan sebelumnya diketahui bahwa klien tidak pernah mengalami penyakit seperti DM dan hipertensi dan tidak pernah dirawat di RS. Pola aktifitas diketahui klien banyak beraktifitas duduk karena dulu dirinya bekerja di perkantoran. Riwayat penggunaan KB hormonal dengan metode pil. Pemeriksaan TB 165 cm, BB 76 kg (BB sebelumnya 78 kg).

 

3.2     Pengkajian

1.      Data demografi

Nama                : Ny. M

Umur                : 59 Tahun

Jenis kelamin    : Perempuan

Pekerjaan          : IRT

2.      Riwayat Penyakit Sekarang

Ny. M umur 59 tahun datang ke RSU Sutomo dengan keluhan ngilu pada persendian daerah kaki yang sering dirasakan sejak 3 bulan yang lalu, rasa ngilu itu sudah dirasakan sejak beberapa tahun yang lalu, namun Ny. M tidak memperdulikannya.

3.      Pemeriksaan Fisik

a.       Inspeksi

Klien terlihat bungkuk (kifosis), penurunan berat badan, perubahan gaya berjalan.

b.      Palpasi

Klien merasakan nyeri saat dilakukan palpasi pada area punggung.

4.      Riwayat Psikososial

Klien cemas untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang berat.

5.      Hasil pemeriksaan laboratorium

BMD T-score -3

 

3.3    Analisis Data

Data 

Etiologi 

Masalah keperawatan 

   DS:

  1. Klien mengatakan ngilu di bagian sendi didaerah kaki sejak beberapa tahun lalu.
  2. Klien mengatakan banyak beraktifitas duduk karena dulu dirinya bekerja di perkantoran
  3. Klien mengatakan terasa sakit pada sendi ketika berjalan
  4. Klien mengatakan aktivitas sehari-hari terhambat

 

DO :

  1. Klien mengalami menopause sejak 6 tahun yang lalu.
  2. Riwayat penggunaan KB hormonal dengan metode pil.
  3. Wajah klien terlihat meringis.
  4. Sering terlihat memegang area yang sakit
  5. Skala nyeri 7

 

Penurunan massa tulang / osteoporosis

 


Fraktur vertebra

 


Deformitas

Vertebra

 

Teregangnya ligamentum dan otot/ spasme otot

 


Nyeri

Nyeri

  DS:

  1. Klien mengatakan ngilu di bagian sendi sejak beberapa tahun lalu.
  2. Klien mengatakan banyak beraktifitas duduk karena dulu dirinya bekerja di perkantoran
  3. Klien mengatakan terasa sakit pada sendi ketika berjalan
  4. Klien mengatakan aktivitas sehari-hari terhambat
  5. Klien mengatakan merasakan ngilu saat beraktivitas yang berat.

DO :

  1. Ny. M umur 59 tahun
  2. Hasil rongent menunjukkan bahwa Ny. M menderita osteoporosis.
  3. Hasil BMD T-score -3.
  4. Hasil darah lengkap dalam (ca: 9,98 mg/dL, na: 142 mmol/L, K: 47 mmol/L, Cl: 108 mmol/L )
  5. Pemeriksaan TB 165 cm, BB 76 kg.

6.   Kifosis

 

Penurunan massa tulang / osteoporosis

 


Fraktur vertebra

 

Deformitas

Vertebra

 


Bungkuk

 


Hambatan mobilitas fisik

Mobilitas fisik

DS :

Klien mengatakan merasakan ngilu saat beraktivitas yang berat.

 

DO :

  1. Klien terlihat sangat berhati-hati berjalan.
  2. Klien terlihat kifosis ( bungkuk)
  3. Hasil rongent menunjukkan bahwaNy. M menderita osteoporosis
  4. Hasil BMD T-score -3.

Penurunan massa tulang/osteoporosis

 


Resiko cedera

Resiko cedera

     

 

3.4  Intervensi Keperawatan                   

Diagnosa Keperawatan

Intervensi Keperawatan

Rasionalisasi

Nyeri berhubungan dengan dampak sekunder dari fraktur, spasme otot, deformitas tulang

  1. Pantau tingkat nyeri pada punggung, nyeri terlokalisasi atau menyebar pada abdomen atau pinggang.
  2. Ajarkan pada klien tentang alternative lain untuk mengatasi dan mengurangi rasa nyerinya.
  3. Kaji obat-obatan untuk mengatasi nyeri.
  4. Rencanakan pada klien tentang periode istirahat adekuat dengan berbaring dalam posisi telentang selama kurang lebih 15 menit
  5. tulang dalam peningkatan jumlah trabekular, pembatasan gerak spinal.
  6. Alternatif lain untuk mengatasi nyeri, pengaturan posisi, kompres hangat dan sebagainya.
  7.  Keyakinan klien tidak dapat menoleransi obat yang adekuat atau tidak adekuat untuk mengatasi nyerinya.
  8. Kelelahan dan keletihan dapat menurunkan minat untuk aktivitas sehari-hari.
 

Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan disfungsi sekunder akibat perubahan skeletal (kifosis), nyeri sekunder atau fraktur baru.

  1. Kaji tingkat kemampuan klien yang masih ada.
  2.  Rencanakan tentang pemberian program latihan
  3. Bantu klien jika diperlukan latihan
  4. Ajarkan klien tentang aktivitas hidup sehari hari yang dapat dikerjakan
  5.  Ajarkan pentingnya latihan.
  6. Bantu kebutuhan untuk beradaptasi dan melakukan aktivitas hidup sehari hari, rencana okupasi .
  7. Peningkatan latihan fisik secara adekuat:

         dorong latihan dan hindari tekanan pada tulang seperti berjalan

  1. instruksikan klien untuk latihan selama kurang lebih 30menit dan selingi dengan istirahat dengan berbaring selama 15 menit
  2. hindari latihan fleksi, membungkuk tiba– tiba,dan penangkatan beban berat
    1. Dasar untuk memberikan alternative dan latihan gerak yang sesuai dengan kemapuannya.
    2. Latihan akan meningkatkan pergerakan otot dan stimulasi sirkulasi darah.
    3. Aktifitas hidup sehari-hari secara mandiri
    4. Dengan latihan fisik:
    5. Masa otot lebih besar sehingga memberikan perlindungan pada osteoporosis
    6. Program latihan merangsang pembentukan tulang
    7. Gerakan menimbulkan kompresi vertical dan fraktur vertebra.
 

Risiko cedera berhubungan dengan dampak sekunder perubahan skeletal dan ketidakseimbangan tubuh.

1.Ciptakan lingkungan yang bebas dari bahaya:

a)      Tempatkan klien pada tempat tidur rendah.

b)      Amati lantai yang membahayakan klien.

c)      Berikan penerangan yang cukup

d)     Tempatkan klien pada ruangan yang tertutup dan mudah untuk diobservasi.

e)      Ajarkan klien tentang pentingnya menggunakan alat pengaman di ruangan.

  1. Berikan dukungan ambulasi sesuai dengan kebutuhan:

a)      Kaji kebutuhan untuk berjalan.

b)      Konsultasi dengan ahli therapist.

c)      Ajarkan klien untuk meminta bantuan bila diperlukan.

d)     Ajarkan klien untuk berjalan dan keluar ruangan.

e)      Bantu klien untuk melakukan aktivitas hidup sehari-hari secara hati-hati.

6.      

             3.Ajarkan pada klien untuk berhenti secara perlahan, tidak naik tanggga, dan mengangkat beban berat.

 

8.      4.Ajarkan pentingnya diet untuk mencegah osteoporosis:

a)      Rujuk klien pada ahli gizi

b)      Ajarkan diet yang mengandung banyak kalsium

c)      Ajarkan klien untuk mengurangi atau berhenti menggunakan rokok atau kopi

d)     Ajarkan tentang efek rokok terhadap pemulihan tulang

 

 

 

 

1  5. Observasi efek samping obat-obatan yang digunakan

2.      Menciptakan lingkungan yang aman dan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ambulasi yang dilakukan tergesa-gesa dapat menyebabkan mudah jatuh.

 

 

 

 

 

 

 

 

6.      Penarikan yang terlalu keras akan menyebabkan terjadinya fraktur.

7.      

 

          Pergerakan yang cepat akan lebih memudahkan terjadinya fraktur kompresi vertebra pada klien osteoporosis.

8.      Diet kalsium dibutuhkan untuk mempertahankan kalsium serum, mencegah bertambahnya kehilangan tulang. Kelebihan kafein akan meningkatkan kalsium dalam urine. Alcohol akan meningkatkan asidosis yang meningkatkan resorpsi tulang

Rokok dapat meningkatkan terjadinya asidosis.

 

9.      Obat-obatan seperti diuretic, fenotiazin dapat menyebabkan pusing, megantuk, dan lemah yang merupakan predisposisi klien untuk jatuh.

     

 

 

BAB 4

PENUTUP

 

4.1 Kesimpulan

Osteoporosis  adalah suatu keadaan penyakit yang ditandai dngan rendahnya massa tulang dan memburuknya mikrostruktural jaringan tulang, menyebabkan kerapuhan tulang sehingga meningkatkan risiko terjadinya fraktur. Keadaan tersebut tidak memberikan keluhan klinis, kecuali apabila telah terjadi fraktur. Pada osteoporosis, terjadi penurunan kualitas tulang dan kuantitas kepadatan tulang, padahal keduanya sangat menentukan kekuatan tulang sehingga penderita Osteoporosis mudah mengalami patah tulang atau fraktur (Helmi, 2012).

Faktor resiko terjadinya osteoporosis: Wanita, Usia, Ras/Suku, Keturunan Penderita, Osteoporosis, Gaya Hidup Kurang Baik, Mengkonsumsi Obat. Kolaps tulang belakang menyebabkan nyeri punggung menahun. Osteoporosis mengakibatkan patah tulang yang paling sering adalah pada punggung, paha, dan lengan bawah. Fraktur baji vertebra torakalis  membentuk  punuk  wanita  tua  (dowager’s  hump).

Pengobatan osteoporosis di fokus kan kepada memperlambat atau menghentikan kehilangan mineral, meningkatkan kepadatan tulang, dan mengontrol nyeri sesuai dengan penyakitnya. tujuan dari pengobatan ini adalah mencegah terjadinya fraktur (patah tulang).Pengobatannya bisa dengan pemberian estrogen, bisfosfonat, latihan pembebanan (olahraga). Untuk pencegahannya, dapat dilakukan dengan  mengurangi asupan protein hewani: Protein hewani meningkatkan kehilangan kalsium, peningkatan konsumsi buah dan sayuran, mengurangi asupan natrium, pola makan rendah lemak, moderasi dalam penggunaan kafein, membatasi suplemen vitamin A, kombinasi suplemen vitamin D dan kalsium.

 

4.2 Saran

Sebagai seorang perawat hendaknya kita mampu memahami dengan baik tentang penyakit osteoporosis mulai dari pengertian hingga penatalaksanaannya hingga mampu menerapkan asuhan keperawatan secara langsung kepada pasien yang menderita osteoporosis.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Agustin, Ratih. 2009. Hubungan Status Gizi. Diakses dari http://www.lontar. ui.ac.id/file?file=digital/125633-S-5641-Hubungan%20status-Literatur.pdf Tanggal 9 Oktober 2012 Pukul 06.15 WIB

Brunner, Suddarth. 2001. Buku Ajar Keperawatan-Medikal Bedah, Edisi 8 Volume 3, Jakarta: EGC

Cosman, Felicia. 2009. Osteoporosis. Jogjakarta: B First

Helmi, Zairin. 2012. Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal. Jarkarta: Salemba Medika

IPB. tt. Tulang. Diakses dari http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/46666/ BAB%20II%20Tinjauan%20Pustaka_%20B11abe.pdf?sequence=5, Tanggal 10 Oktober 2012 Pukul 08.05 WIB

Junaidi, I, 2007. Osteoporosis - Seri Kesehatan Populer. Cetakan Kedua, Penerbit PT Bhuana Ilmu Populer.

Kawiyana, I Ketut Siki. 2009. Osteoporosis Patogeneis Diagnosis dan Penanganan Terkini. Jurnal Penyakit Dalam, Vol. 10 (Nomor 2), Halaman  157-170

Kowalak, Jennifer. 2011. Buku Ajar Patofisiologi. Jakarta: EGC

Lippincott dkk. 2011. Nursing Memahami Berbagai Macam Penyakit. Jakarta : PT Indeks.

Lukman dan Nurna Ningsih. 2012. Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Sistem Muskuloskeletal. Jakarta: Salemba Medika

Mulyaningsih, Farida. 2008. Mencegah dan Mengatasi Osteoporosis dengan Berolahraga. Diakses dari http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/131808341/Mencegah%20dan%20Mengatasi% 20Osteoporosis.pdf Tanggal 9 Oktober 2012, Pukul 06.25 WIB

Permana, Hikmat. 2009. Patogenesis dan Metabolisme Osteoporosis pada Manula. Diakses dari http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2009/09/patogenesis_dan_metabolisme_osteoporosis_pada_manula.pdf Tanggal 9 Oktober 2012 Pukul 06.08 WIB

Prasetyo, Yudik. tt. Latihan Beban Bagi Penderita Osteoporosis. Diakses dari http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/132308484/yudik_medikora_LATIHAN_BEBAN_BAGI_PENDERITA_OSTEOPOROSIS.pdf Tanggal 9 Oktober 2012 Pukul 06.35 WIB

Sudoyo, Aru dkk. 2009. Buku Ilmu Penyakit Dalam. Jilid 3 Edisi 5. Jakarta : Internal Publishing.

Suryati, A, Nuraini, S. 2006. Faktor Spesifik Penyebab Penyakit Osteoporosis Pada Sekelompok Osteoporosis Di RSIJ, 2005Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Vol.2, No.2, Juli 2006:107-126.

Tandra, Hans, 2009. Segala Sesuatu Yang Harus Anda Ketahui Tentang Osteoporosisi Mengenal, Mengatasi, Dan Mencegah Tulang Keropos. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Wahyuningtyas, Riska. 2010. Komplikasi Osteoporosis dan Fraktur Osteoporosis. Diakses dari http://www.scribd.com/doc/45879603/Komplikasi-Osteoporosis. Tanggal 8 Oktober 2012 Pukul 20.05 WIB

Widianti, Tri 2009. Senam Kesehatan. Jakarta: Muha Medika

 

 

Download

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :