NUZULUL ZULKARNAIN HAQ

Nuzulul Zulkarnain Haq

Statistik

My Project

    Download My Project

    Hook FolderLocker 1.0 adalah software security yang berguna untuk mengunci folder penting, folder rahasia, dsb. Pengguna dapat menambahkan password ke dalam folder agar tidak dapat dibuka oleh sembarang orang.Dengan software ini data data anda akan terlindungi dengan aman. Gunakanlah dengan bijak sesuai kebutuhan anda.

    Download : Hook FolderLocker


    Hook Anticopy 2.0 . Pernahkah data di komputer saudara di copy oleh orang lain tanpa seizin dari saudara? pastinya sebel banget dengan orang itu, apalagi kalau data yang dicuri adalah data penting yang gak ingin jatuh ketangan orang lain. nah sekarang saudara ndak perlu kuatir. dengan software ini data saudara ndak akan bisa lagi di copy ke flashdisk, hardisk external, cd dvd , disket , memory, dll.

    Download : Hook AntiCopy


    Onfreeze SMS Gateway 1.3 . Freeware. Size = 455 KB. Program yang berguna untuk mengirim sms masal dengan mudah seperti untuk pengumuman, promosi , dsb lewat komputer. Program ini bersifat freeware. Alat yang dibutuhkan hp GSM atau modem GSM yang terkoneksi ke komputer bisa lewat kabel atau bluetooth.

    Download : OnefreezeSMSgateway


    Portable Webcam 1.0 . Software alternatif untuk memakai webcam, tersedia gratis untuk di pakai simple dan mudah digunakan (286 KB) . Bisa di pakai untuk winXP, Vista, Seven.

    Download : Portable Webcam


Materi Perawatan Pre Operasi

diposting oleh nuzulul-fkp09 pada 07 June 2017
di Materi Profesi Ners - 0 komentar

 

  1. 1.      Pengertian

Perawatan pre operasi merupakan suatu proses perawatan sebelum operasi, yang dimulai saat pasien dan keluarga mengambil keputusan untuk dilakukan operasi dan berakhir ketika pasien berpindah atau berada di ruang operasi.

  1. 2.      Jenis & Tujuan Tindakan Operasi

1)      Diagnostik, yaitu jenis operasi yang dilakukan untuk memperoleh infomasi dalam menegakkan diagnosis pasti dari suatu penyakit.

2)      Paliatif, yaitu tindakan operasi yang dilakukan untuk menurunkan atau mengurangi nyeri atau gejala penyakit dan tidak menyembuhkan.

3)      Ablatif, yaitu tindakan pembedahan yang dilakukan dengan cara pengangkatan bagian tubuh yang berpenyakit untuk proses penyembuhan, contoh amputasi.

4)      Konstruktif, yaitu tindakan pembedahan yang dilakukan untuk memperbaiki fungsi atau penampilan yang telah hilang atau menurun, contoh implantasi payudara, dagu, hidung, dll.

5)      Transplantasi, yaitu tindakan pembedahan yang mengganti struktur tubuh yang tidak berfungsi, contoh transplantasi ginjal.

  1. 3.      Faktor Resiko

Faktor resiko dan dapat menjadi faktor penyebab ditundanya suatu tindakan operasi adalah malnutrisi, stres, hipertensi, oebsitas, gangguan fungsi jantung, diabetes melitus, gangguan pada pembekuan darah, dan penyakit lain yang menjadi kontraindikasi tindakan operasi.

  1. 4.      Persiapan sebelum Operasi

1)      Formulir Persetujuan / Informed consent

2)      Hasil Pemeriksaan Penunjang (hasil lab, foto rontgen, USG, dll)

3)      Persiapan Khusus (Pemeriksaan golongan darah anggota keluarga).

  1. 5.      Pesiapan Psikologis

Empat dimensi tindakan yang mampu mengatasi kecemasan pasien adalah :

1)      Informasi yang jelas

Meliputi tindakan apa yang akan dialami klien, berapa biaya yang dibutuhkan, kapan tindakannya dilakukan, siapa dokter penanggung jawab, apa yang akan rasakan klien pasca tindakan, dan apa yang harus dilakukan klien dan keluarga.

2)      Dukungan psikosial

Pasien sangat membutuhkan keberadaan orang  terdekat selama pasien menjalani perawatan pra operasi untuk mengurangi kecemasannya.

3)      Peran pasien dan keluarga

Melaksanakan semua peraturan pra operasi dan bertanya kepada perawat atau dokter yang merawat jika mengalami kesulitan atau  membutuhkan bantuan informasi.

4)      Mengikuti keterampilan persiapan setelah operasi

Pelatihan keterampilan ini meliputi mobilisasi dini setalah operasi, latihan napas dalam, latihan batuk efektif, cara menyokong luka operasi yang benar.

  1. 6.      Persiapan Fisik

1)      Pembatasan Nutrisi dan Cairan

Puasa dilakukan untuk mengurangi bahaya jika pasien mengalami muntah selama operasi.

Program puasa mempebolehkan :

  1. Sarapan ringan (mis. Teh dan roti) diperbolehkan 6 jam sebelum prosedur.
  2. Makan malam yang lebih berat 8 jam sebelum pembedahan.
  3. Untuk mengatasi rasa haus selama periode puasa, basuh mulut dengan kain atau kasa basa.

2)      Pengosongan Usus dan Kandung Kemih

Pengosongan isi perut dan kandung kemih dilakukan untuk mencegah cidera yang tidak perlu pada kandung kemih dan mencegah penyebaranr infeksi dari isi usus selama pembedahan.

  1. Pengosongan usus dengan enema dilakukan pada pasien yang akan menjalani pembedahan usus.
  2. Pemasangan kateter dilakukan untuk memastikan bahwa kandung kemih pasien telah kosong.

3)      Kebersihan diri

Kebersihan diri sebelum tindakan operasi harus dilakukan untuk menurunkan resiko infeksi luka.

  1. Mandi disore hari atau dipagi hari sebelum pembedahan dilakukan.
  2. Mencukur  bulu atau rambut pada area yang akan dilakukan operasi jika ada.
  3. Menggunting kuku .
  4. Menggunakan kap kepala untuk mencegah penyebaran mikroorganisme dari rambut.
  5. Melepas semua perhiasan dan prostesis (bagian tubuh palsu) seperti gigi palsu, lensa kontak, kacamata, wig, bulu mata palsu, dan lain lain.
  6. Mengenakan baju atau gown khusus untuk operasi.

4)      Istirahat dan Tidur

Istrahat yang cukup harus dilakukan sebelum pelaksanaan pembedahan. Istirahat yang adekuat membantu pasien mengatasi stres dan membantu penyembuhan.

5)      Obat - obatan

Pastikan bahwa obat-obatan yang dibutuhkan  atau diresepkan harus sudah disiapkan dengan lengkap sebelum pasien berangkat keruang operasi.

  1. 7.      Tekhnik Keterampilan Pasca Operasi

1)      Mobilisasi dini

Mobilisasi dini atau menggerakkan tubuh dilakukan 2 atau 3 setelah pasien sadar dan berada diruangan perawatan.

Mobilisasi dini dilakukan dengan cara :

  1. Posisi pasien terlentang atau semifowler.
  2. Kedua kaki ditekuk diatas tempat tidur. Hitung selama 1 – 3, kemudian kaki diluruskan kembali.
  3. Gerakkan jari jari kaki mengahadap ke bagian tubuh atas atau ke arah kepala. Hitung selama 1 – 3, kemudian rilekaskan kembali.
  4. Tekukkan kaki kiri diatas tempat tidur, dan angkat kaki kanan secara rata (lutut tidak ditekuk), hitung selama 1-3 dan rileks kembali. Lakukan pada kaki yang berlawanan.

2)      Napas dalam

Napas dalam dilakukan saat pasien mengalami rasa tidak nyaman seperti sesak atau sulit bernapas, merasa tidak puas saat bernpas, atau merasa nyeri pada luka pasca operasi.

Napas dalam dilakukan dengan cara :

  1. Posisi pasien setengah duduk ( semi fowler)
  2. Letakkan kedua telapak tangan diatas dada tepatnya dibawah batas tulang rusuk.
  3. Tarik napas secara perlahan dan dalam melalui hidung sampai dada mengembang penuh.
  4. Tahan napas selama 2 – 3 detik.
  5. Kemudian hembuskan napas dengan perlahan dan panjang melui mulut denga posisi bibir seperti bersiul.

3)      Batuk efektif

Batuk efektif dilakukan jika pasien mengalami ketidaknyaman pada tenggorokkan. Batuk yang tidak efektif dapat menimbulkan nyeri pada luka pembedahan terutama luka operasi pada area dada dan perut.

Batuk efektif dilakukan dengan cara :

  1. Cuci tangan dengan langkah yang benar.
  2. Letakkan tangan pada dada, perut, atau pada area luka pasca operasi (dengan tekanan lembut)
  3. Tarik napas secara perlahan dan dalam melalui hidung sampai dada mengembang penuh.
  4. Tahan napas selama 2 – 3 detik.
  5. Kemudian hembuskan napas dengan perlahan dan panjang melui mulut dengan posisi bibir seperti bersiul.
  6. Ulangi tekhnik dapas dalam (c,d,e) selama 2 sampai 3 kali.
  7. Pada napas dalam yang ke 3, tahan napas 2-3 detik, dan batukkan secara perlahan.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :