NUZULUL ZULKARNAIN HAQ

Nuzulul Zulkarnain Haq

Statistik

My Project

    Download My Project

    Hook FolderLocker 1.0 adalah software security yang berguna untuk mengunci folder penting, folder rahasia, dsb. Pengguna dapat menambahkan password ke dalam folder agar tidak dapat dibuka oleh sembarang orang.Dengan software ini data data anda akan terlindungi dengan aman. Gunakanlah dengan bijak sesuai kebutuhan anda.

    Download : Hook FolderLocker


    Hook Anticopy 2.0 . Pernahkah data di komputer saudara di copy oleh orang lain tanpa seizin dari saudara? pastinya sebel banget dengan orang itu, apalagi kalau data yang dicuri adalah data penting yang gak ingin jatuh ketangan orang lain. nah sekarang saudara ndak perlu kuatir. dengan software ini data saudara ndak akan bisa lagi di copy ke flashdisk, hardisk external, cd dvd , disket , memory, dll.

    Download : Hook AntiCopy


    Onfreeze SMS Gateway 1.3 . Freeware. Size = 455 KB. Program yang berguna untuk mengirim sms masal dengan mudah seperti untuk pengumuman, promosi , dsb lewat komputer. Program ini bersifat freeware. Alat yang dibutuhkan hp GSM atau modem GSM yang terkoneksi ke komputer bisa lewat kabel atau bluetooth.

    Download : OnefreezeSMSgateway


    Portable Webcam 1.0 . Software alternatif untuk memakai webcam, tersedia gratis untuk di pakai simple dan mudah digunakan (286 KB) . Bisa di pakai untuk winXP, Vista, Seven.

    Download : Portable Webcam


SAP Kanker Serviks (Download)

diposting oleh nuzulul-fkp09 pada 05 November 2015
di Materi Kuliah Keperawatan - 0 komentar

Satuan Acara Pengajaran (SAP)

Penyuluh Kesehatan

 

Hari, tanggal                : Selasa, 29 November 2011

Tempat                        : Puskesmas Tanah Kedinding Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya

Waktu pertemuan        : 30 menit

Sasaran                        : Remaja, ibu-ibu, dan keluarga yang mengunjungi puskesmas

Materi                          : Kanker Serviks

  1. Tujuan

Tujuan instruksional umum

Setelah dilakukan penyuluhan kanker serviks, remaja, ibu-ibu, dan keluarga yang mengunjungi puskesmas dapat memahami tentang kanker serviks.

 

Tujuan instruksional khusus

  1. Menjelaskan pengertian penyakit Kanker Serviks secara umum
  2. Menjelaskan penyebab Kanker Serviks
  3. Menjelaskan tanda dan gejala Kanker Serviks
  4. Menjelaskan pemeriksaan diagnostik Kanker Seviks
  5. Menjelaskan penatalaksanaan medis Kanker Serviks
  6. Menjelaskan pencegahan Kanker Serviks
  7. Sasaran

Remaja, ibu-ibu, keluarga yang mengunjungi puskesmas

  1. Materi Pembelajaran
    1. Pengertian penyakit Kanker Serviks
    2. Penyebab Kanker Serviks
    3. Tanda dan gejala Kanker Serviks
    4. Pemeriksaan diagnostik Kanker Seviks
    5. Penatalaksanaan medis Kanker Serviks
    6. Pencegahan Kanker Serviks
  2. Metode Pembelajaran
    1. Ceramah
    2. Diskusi
  3. Setting
    1. Setting waktu

Tahap

Waktu

Kegiatan Penyuluh

Kegiatan Peserta

Pendahuluan

50 menit

Mempersiapkan peserta, alat, tempat, dan pemateri oleh tim

 

Pelaksanaan

10 menit

Pembukaan acara oleh moderator

Mengikuti pembukaan

15 menit

Penyampaian materi

  1. Pengertian
  2. Penyebab
  3. Tanda dan gejala
  4. Pemeriksaan diagnosis
  5. Penatalaksanaan medis
  6. Pencegahan

Peserta mengikuti sesi penyampaian materi

15 menit

Sesi diskusi oleh fasilitator

Peserta dapat mengajukan pertanyaan dan timbal balik dengan moderator

Penutup

10 menit

Penutupan acara oleh moderator

Mengikuti penutupan

 

 

 

 

 

  1. Setting tempat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan :

                  = observer

                              = moderator

                                          = penyaji

                                                      = fasilitator

                                                                  = peserta

 

 

 

  1. Media
    1. LCD
    2. Laptop
    3. Sound System
    4. Leaflet
    5. Pengorganisasian

PJ kegiatan            : Maryanti

Penyaji                  : Dyah Anggraeni

Moderator              : Nizar Aquita

Observer                :

  1. Nur Safitra Fandida
  2. Nunung W.
  3. Winda Bastiana

Operator                :

Alfy Wahyu P. S.

Absensi                 :

Ika

lingling

sisa Fasilitator                    :

  1. Dian Perdana Fitri M.
  2. Noki Rama D. S.
  3. Bayu Rizki S.
  4. Nuril Khamidiyah
  5. Shella Novi P. S.
  6. Fayadita M. I.
  7. Nur Rahmi
  8. Nunung Widiyanti
  9. Priskylia Mahayu O.

10.  Nuricha Ita Shofiana

11.  Ika Fitriana

12.  Winda Bastiana

13.  Agustian S.

14.  Dyah Anggraeni

15.  Nizar Aquita

16.  Lingling Marinda P.

17.  Nuzulul Zulkarnain Haq

Dokumentasi                     :

Nuzul

Kimi

Perkap                   :

Agustian

Bayu

Noki

Notulen                 :

Fayadita

  1. Kriteria Evaluasi
    1. Evaluasi struktur
      1. Kesiapan panitia
      2. Kesiapan media dan tempat
      3. Pengorganisasian dilakukan 1 hari sebelumnya
      4. Evaluasi proses
        1. Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan waktunya
        2. Peserta antusias terhadap penjelasan tentang materi kanker serviks
        3. Peserta tidak meninggalkan tempat sebelum kegiatan selesai
        4. Evaluasi hasil

Peserta mampu mengerti dan memahami

  1. Pengertian penyakit Kanker Serviks
  2. Penyebab Kanker Serviks
  3. Tanda dan gejala Kanker Serviks
  4. Pemeriksaan diagnostik Kanker Seviks
  5. Penatalaksanaan medis Kanker Serviks
  6. Pencegahan Kanker Serviks

 

 

 

 

 

 

 

Materi Penyuluhan

 

  1. Definisi Kanker Serviks

Kanker serviks adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut rahim sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal di sekitarnya (FKUI, 1990; FKKP, 1997).

  1. Penyebab Kanker serviks
    1. HPV(Human Papilloma Virus).

Infeksi HPV risiko tinggi merupakan faktor etiologi kanker serviks, dari penelitian didapatkan 8 tipe HPV yang banyak ditemukan, yaitu tipe 16, 18, 45, 31, 33, 52, 58 dan 35. Dan virus yang paling mendominasi adalah tipe 16 dan18.

  1. Faktor Genetik ( Onkogen, mutasi P53 dan Rb, Radiasi, mutasi gen supresor tumor)
  2. Sanitasi lingkungan yang jelek, paparan radiasi, polusi, dan keracunan zat kimia.
  3. Perilaku seksual(melakukan seks dini dan sering berganti pasangan)

Idealnya wanita melakukan seks dengan umur diatas 20tahun karena sel mukosanya sudah matang.

  1. Faktor resiko
    1. Umur pertama kali melakukan hubungan seksual

Kanker serviks terbanyak dijumpai pada wanita yang sering partus. Semakin sering partus semakin besar kemungkinan resiko mendapat karsinoma serviks.

  1. Jumlah kehamilan dan partus

Penelitian menunjukkan bahwa semakin muda wanita melakukan hubungan seksual semakin besar mendapat kanker serviks. Kawin pada usia 20 tahun dianggap masih terlalu muda.

  1. Jumlah perkawinan

Wanita yang sering melakukan hubungan seksual dan berganti-ganti pasangan mempunyai faktor resiko yang besar terhadap kankers serviks ini.

  1. Infeksi virus

Infeksi virus herpes simpleks (HSV-2) dan virus papiloma atau virus kondiloma akuminata diduga sebagai factor penyebab kanker serviks.

  1. Sosial Ekonomi

Karsinoma serviks banyak dijumpai pada golongan sosial ekonomi rendah mungkin faktor sosial ekonomi erat kaitannya dengan gizi, imunitas dan kebersihan perseorangan. Pada golongan sosial ekonomi rendah umumnya kuantitas dan kualitas makanan kurang hal ini mempengaruhi imunitas tubuh.

  1. Kebersihan dan khitan

Diduga adanya pengaruh mudah terjadinya kankers serviks pada wanita yang pasangannya belum dikhitan. Hal ini karena pada pria yang belum dikhitan, kebersihan penis tidak terawat sehingga banyak kumpulan-kumpulan kotoran.

  1. Merokok dan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim)
    Merokok akan merangsang terbentuknya sel kanker, sedangkan pemakaian AKDR akan berpengaruh terhadap serviks yaitu bermula dari adanya erosi diserviks yang kemudian menjadi infeksi yang berupa radang yang terus menerus, hal ini dapat sebagai pencetus terbentuknya kanker serviks.

 

 

  1. Tanda dan gejala
    1. Keputihan atau keluar cairan encer dari vagina. Getah yang keluar dari vagina ini makin lama akan berbau busuk akibat infeksi dan nekrosis jaringan.
    2. Perdarahan setelah sanggama (post coital bleeding) yang kemudian berlanjut menjadi perdarahan yang abnormal.
    3. Timbulnya perdarahan setelah masa menopause.
    4. Timbul nyeri panggul (pelvis) atau di perut bagian bawah bila ada radang panggul. Bila nyeri terjadi di daerah pinggang ke bawah, kemungkinan terjadi hidronefrosis. Selain itu, bisa juga timbul nyeri di tempat-tempat lainnya.
    5. Timbul gejala-gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis.
    6. Pemeriksaan diagnostic
      1. Tes Pap Smear : Tes ini merupakan penapisan untuk mendeteksi infeksi HPV dan prakanker serviks dengan cara pengambilan lendir leher rahim.

Indikasi         :

  1. Wanita yang telah melahirkan lebih dari 4 kali
  2. Wanita perokok
  3. Wanita yang berhubungan seks dengan banyak pria
  4. Wanita yang telah melakukan hubungan seksual pada usia muda, kurang dari 20 tahun
  5. Wanita dengan kebersihan alat reproduksi yang kurang

Pap smear dapat mendeteksi kondisi kanker dan prakanker dalam serviks. Biopsi (pengambilan jaringan) serviks umumnya dilakukan saat pap smear bila ada indikasi kelainan signifikan, atau bila ditemukan kelainan selama pemeriksaan dalam rutin, untuk mengidentifikasi kelainan tersebut. Hasil pap smear dinyatakan positif, bila menunjukkan perubahan-perubahan sel serviks. Biopsi (pengambilan jaringan) mungkin tidak perlu dilakukan segera, kecuali anda dalam kategori risiko tinggi. Untuk perubahan sel yang minor, umumnya direkomendasikan untuk mengulang pap smear dalam 6 bulan ke depan.

  1. Kolposkopi, tujuannya untuk menentukan apakah ada lesi atau jaringan yang tidak normal pada serviks atau leher rahim.
  2. Servikografi, dapat dikembangkan sebagai skrining kolposkopi. Dilengkapi dengan kamera 35mm, Disebut negatif atau curiga jika tidak tampak kelainan abnormal.
  3. Pemeriksaan visual langsung/ IV A. IVA yaitu singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks.
  4. Gineskopi, Teropong monocular, ringan, pembesaran 2.5 x (lebih sederhana dari kolposkopi)
  5. Pap net, sama seperti pap smear konvensional tetapi hasil tergambar lebih jelas.
  6. Penatalaksanaan medis
    1. Pembedahan(operasi), Pada kanker serviks yang telah terdeteksi dini umumnya dilakukan operasi. Beberapa jenis operasi dapat dilakukan, namun pilihan terakhir tergantung dari faktor yang dipertimbangkan oleh dokter, terutama stadium dan ukuran kanker.
    2. Terapi radiasi, Terapi radiasi (radioterapi) menggunakan x-ray energi tinggi atau jenis radiasi lain untuk membunuh sel kanker dan menghentikan perkembangannya. Terapi radiasi dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk kanker serviks stadium awal. Pada kanker serviks stadium awal, radiasi lebih digunakan sebagai pengobatan tambahan setelah operasi untuk pasien dengan resiko tinggi relaps. Dokter juga menggunakan radiasi untuk kanker lebih besar dan stadium lebih tinggi. Kebutuhan terapi radiasi ditentukan oleh stadium, pemeriksaan, dan waktu operasi.
    3. Kemoterapi,

Kemoterapi adalah proses pengobatan dengan menggunakan obat-obatan yang bertujuan untuk membunuh atau memperlambat pertumbuhan sel kanker. Banyak obat yang digunakan dalam kemotarapi.

Pola Kemoterapi yang umum di gunakan :

1)      Kemoterapi Induksi

Ditujukan untuk secepat mungkin mengecilkan massa tumor atau jumlah sel kanker, contoh pada tomur ganas yang berukuran besar (Bulky Mass Tumor) atau pada keganasan darah seperti leukemia atau limfoma, disebut juga dengan pengobatan penyelamatan.

2)      Kemoterapi Adjuvan

Biasanya diberikan sesudah pengobatan yang lain seperti pembedahan atau radiasi, tujuannya adalah untuk memusnahkan sel-sel kanker yang masih tersisa atau metastase kecil yang ada (micro metastasis).

3)      Kemoterapi Primer

Dimaksudkan sebagai pengobatan utama pada tumor ganas, diberikan pada kanker yang bersifat kemosensitif, biasanya diberikan dahulu sebelum pengobatan yang lain misalnya bedah atau radiasi.

4)      Kemoterapi Neo-Adjuvan

Diberikan mendahului/sebelum pengobatan /tindakan yang lain seperti pembedahan atau penyinaran kemudian dilanjutkan dengan kemoterapi lagi. Tujuannya adalah untuk mengecilkan massa tumor yang besar sehingga operasi atau radiasi akan lebih berhasil guna.

  1. Pencegahan
  2. Lakukan pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.
  3. Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.
  4. Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
  5.  Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.
  6. Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.
  7. Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV. Vaksin HPV dapat mencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18. Dan dapat diberikan mulai dari usia 9-26 tahun, dalam bentuk suntikan sebanyak 3 kali (0-2-6 bulan).
  8.  Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.

Daftar Pustaka

Rasjidi, Imam. 2010. Epidemiologi Kanker pada Wanita. Jakarta : Sagung Seto

Rasjidi, Imam. 2007. Panduan Penatalaksanaan Kanker Ginekologi. Jakarta : EGC

Price,Sylvia Anderson & Wilson, Lorraine McCarty.1995. Pathophysiology, Clinical Concepts of disease processes.-Ed 4.-Jakarta:EGC

Download SAP Kanker Serviks

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :